Universitas Hasyim Asy'ari

BILINGUAL DAY UNHASY 2018 : Juara diborong Santri Denanyar Jombang.

03 March 2019 / 49 Pembaca
Bilingual Day, English-Arabic- Competition Band Festival and 1000 Rebana ini mengusung tema Peran Bahasa untuk Mewujudkan Masyarakat yang Berjiwa Kewirausahaan dan Berakhlakul Karimah dalam Upaya Menyatukan Segala Perbedaan.

Pondok Pesantren Mamba'ul Ma'arif Denanyar, Kabupaten Jombang, Jawa Timur memborong juara dalam festival Bilingual Day 4 yang diadakan oleh Lembaga Bahasa Universitas Hasyim Asy'ari (Unhasy) Tebuireng. 

Kegiatan festival dikemas dengan beberapa perlombaan di antaranya Festival Band, Speech Contest, Khitobah, English Olympiad, and Arabic Olympiad dilaksanakan pada 28 Februari-1 Maret 2019 di kampus A Unhasy, Jombang.

"Alhamdulilah santri Mamba'ul Ma'rif Denanyar berhasil memborong juara 1, 2, dan 3 serta harapan 3 untuk lomba khitobah. Dan juara 1, 2, dan 3 serta harapan 1 untuk olimpiade bahasa arab. Terakhir juara 3 olimpiade bahasa Inggris," kata guru pendamping, Qurratul Aini, Jumat (1/3).

Dikatakan, Bilingual Day diikuti oleh peserta tingkat Madrasah Aliyah (MA), Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) se-Jawa Timur. Para peserta memperebutkan total hadiah puluhan juta rupiah.

"Juara satu diberikan uang pembinaan sebesar Rp1,3 juta, juara Rp1,2 juta dan juara tiga Rp1 juta. Dan masing-masing juara mendapat voucher pendidikan di Unhasy, trophy, sertifikat dari panitia," ujarnya.

Pendidik di pesantren yang didirikan oleh KH Bisri Syansuri ini mengaku santrinya sempat grogi melihat peserta lain. Namun ia berusaha memotivasi peserta didik untuk tetap percaya diri, apapun hasilnya, semua akan diterima.

Aini mengatakan, hasil yang memuaskan yang diraih santri Denanyar merupakan hasil persiapan peserta didik selama ini. Mereka tampak antusias mempersiapkan diri untuk menghadapi lomba yang dihelat Unhasy.  

"Santri yang ikut ini berasal dari Asrama Hasbullah Said Pesantren Mamba'ul Ma'arif. Sempat grogi juga pada saat lomba, apalagi pas pengumuman hasil lomba, tapi alhamdulilah hasilnya luar biasa," tambahnya.

Dikatakan, lomba seperti ini perlu terus diadakan oleh pesantren dan kampus-kampus di Indonesia. Hal ini untuk melatih mental dan motivasi para siswa-siswi. Selama ini, siswa-siswi yang berada di pesantren dipandang sebelah mata dalam pelajaran umum. Padahal santri juga punya potensi di bidang tersebut.

"Olimpiade bahasa Inggris menunjukkan santri juga bisa bersaing dalam pelajaran umum. Semoga setelah ini tak ada lagi yang memandang sinis pada santri untuk pelajaran umum," tandasnya